Manfaat, Bahaya dan Cara Mengkonsumsi Teh yang Benar

Oleh : Salma Shofura sebagai pemberi semangat di pagi hari dan penghilang penat di sore hari adalah minuman yang digemari berbagai kalangan. Minuman teh sudah tidak asing lagi bagi masyarakat indonesia. Setiap harinya, jutaan orang mengonsumsi teh dengan berbagai bentuk pengolahan. Teh dapat dikonsumsi dengan banyak cara misalnya, panas atau dingin, pahit atau manis, atau pun […]

Wow…Dolar Naik Dua Kali Lipat Terhadap Rubel

kurs dolar kemarin, sumber Ria Novosti photo Pavel Golovkin
sumber Ria Novosti photo Pavel Golovkin
Pagi tadi sekilas terpaku pada papan nilai tukar yang terpampang pada sebuah bank,  baru kemarin nilai beli dalam satu US dolar sama dengan 59 rubel, pagi ini nilai beli satu US dolar menjadi 70  rubel dan jual mencapai 80 rubel per satu dolar US.  Tidak percaya dengan yang di pandang mata  tadi pagi, kemudian mencari info kembali malam ini, ternyata papan nilai tang dilihat tadi pagi adalah benar, hal ini merupakan pukulan yang cukup telak buat ekonomi Rusia saat ini.

Mengutip berita yang ada pada media resmi rusia Ria Novosti “Memang, ada turbulensi di pasar, hal ini terutama disebabkan oleh emosi dan sentimen spekulatif”
Juga menutip dari media ini, dimana menurut sekertaris pers presiden Dmitry Peskov, Presiden tidak berencana untuk membuat suatu rapat atau pertemuan khusus sehubungan dengan situasi di pasar valuta asing. ” Sesuatu tindakan khusus  tidak diperlukan, hal ini masih dihubungkan terus dengan Presiden “
Menurut Oleg Kuzmin, Kepala Ekonom “Renaissance Capital” di Rusia dan CIS. Menurutnya nilai rubel mulai menurun sejak awal musim gugur, dimana kehilangan lebih dari 40% dari nilainya terhadap mata uang utama dunia. Kedalaman melemahnya rubel telah melampaui perkiraan, tidak hanya perkiraan para analis yang paling pesimis, tetapi juga melampaui yang sebelumnya dianggap dalam berbagai skenario risiko. 1 Desember 2014 dengan dimulainya perdagangan rubel ke tengah hari kehilangan hampir 6% dari nilainya, yang merupakan tingkat pergerakan intraday terbesar sejak tahun 1998. Tentu saja, seperti perilaku belum pernah terjadi sebelumnya dari nilai tukar tidak dapat menyebabkan munculnya segala macam konspirasi penjelasan tentang apa yang terjadi.
lebih banyak di Kompasiana
Posted in Uncategorized |

Syarat operasi LASIK

“Setidaknya ada 3 cara untuk mengatasi mata minus, yaitu gunakan kacamata, lensa kontak, atau LASIK”

LASIK (laser-assisted in-situ keratomileusis) adalah prosedur mengubah bentuk kornea dengan tujuan memperbaiki ketajaman penglihatan. Perubahan bentuk tersebut dilakukan dengan bantuan pisau elektrik (mikrokeratom); atau yang lebih canggih menggunakan sinar laser (iLasik).

Sebenarnya tidak hanya untuk mata minus (rabun jauh/miopia), LASIK juga dapat digunakan untuk memperbaiki mata plus (rabun dekat/hipermetropia), dan silindris (astigmatisma). Ukuran yang dapat diperbaiki adalah dari +4 sampai -14 Dioptri. Untuk mata silindris dari -0,5 sampai -5.

Mata sehat

Tidak semua orang dapat menjalani operasi LASIK. Hanya orang yang memenuhi syarat yang diperbolehkan. Berikut beberapa syaratnya:

  1. Usia di atas 18 tahun. 
  2. Ukuran minus, plus, atau silindrisnya stabil, setidaknya dalam 1 tahun terakhir.
  3. Kornea mata yang akan ‘diamplas’ cukup tebal.
  4. Tidak memiliki penyakit mata lain seperti glaukoma, kelainan retina, katarak, dan lain-lain.
  5. Jika wanita, tidak sedang hamil atau menyusui.
  6. Kondisi umum tubuh sehat, tidak menderita penyakit kronis seperti diabetes, penyakit autoimun, dll.
Posted in |

Hati-hati Minum Obat Saat Hamil

Jika anda sedang hamil, hati-hati minum obat. Banyak obat-obatan dapat melewati sawar darah uri (fetoplacental barrier, semacam saringan darah yang terdapat pada ari-ari), kemudian menimbulkan efek buruk bagi janin yang dikandung.

Oleh karena itu, selalulah kritis dengan mencari informasi lain atau second opinion terhadap obat-obat yang anda konsumsi atau yang diberikan atau diresepkan untuk anda.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan tentang pemberian obat selama kehamilan antara lain (MIMS, 1998):

  1. Tidak ada obat yang dianggap 100% aman bagi perkembangan janin.
  2. Obat diberikan jika manfaatnya lebih besar daripada resikonya baik bagi ibu maupun janin. Jika mungkin, semua obat dihindari pada tiga bulan pertama kehamilan (trimester I), karena saat ini organ tubuh janin dalam masa pembentukan.
  3. Metabolisme obat pada saat hamil lebih lambat daripada saat tidak hamil, sehingga obat lebih lama berada dalam tubuh.
  4. Pengalaman penggunaan obat terhadap wanita hamil sangat terbatas, karena uji klinis obat saat hendak dipasarkan tidak boleh dilakukan pada wanita hamil.

Therapeutic Good Administration Australia (TGA, 2005) mengkategorikan obat menurut beberapa kelompok. Pengakategorian tersebut antara lain adalah sebagai berikut :


Kategori A : Obat-obat yang telah konsumsi oleh sejumlah besar wanita hamil dan wanita usia subur tanpa adanya bukti peningkatan frekuensi cacat lahir atau efek membahayakan baik langsung maupun tidak langsung pada janin.

Beberapa obat dalam kategori A adalah :

  • Antasid (Obat Maag)
  • Bisacodyl (Laksatif, obat pencahar)
  • Digoksin (obat jantung)
  • Preparat besi oral (dengan atau tanpa asam folat) (Obat anemia defisiensi besi)
  • Parasetamol (Antinyeri)
  • Dimenhidrinat, Difenhidramin, Metoklopramid (antimuntah)
  • Betametason, Kortison Deksametason, Hidrokortison, Metilprednisolon, Prednisolon, Prednison Triamsinolon (Kortikosteroid)
  • Amoksisilin, Ampisilin (Antibiotik, gol Penisilin)
  • Eritromisin (Antibiotik, gol Makrolida)
  • Kodein, Dekstrometorpan (Antitusif)
  • Ammonium Klorida, Bromheksin, Guaifenesin (Ekspektoran)
  • Efedrin, salbutamol, terbutalin, teofilin derivatif (Obat Asma)
  • Klorfeniramin, difenhidramin, difenilamin (Antihistamin)


Kategori B1 : Obat-obat yang telah dikonsumsi oleh sejumlah kecil wanita hamil atau wanita usia subur, tanpa peningkatan frekuensi cacat lahir atau efek membahayakan baik langsung maupun tidak langsung pada janin.

Tidak ada bukti yang menunjukkan peningkatan frekuensi gangguan janin pada penelitian dengan binatang coba.

Beberapa obat dalam kategori B1 adalah :

  • Simetidin, Famotidin, Ranitidin, Sukralfat (Obat Maag)
  • Sefaklor, Sefotaksim, Seftriakson (Antibiotik, gol Sefalosforin)

Kategori B2: Obat-obat yang telah dikonsumsi oleh sejumlah kecil wanita hamil atau wanita usia subur, tanpa peningkatan frekuensi cacat lahir atau efek membahayakan baik langsung maupun tidak langsung pada janin.

Penelitian pada binatang jumlahnya sangat sedikit, tetapi dari hasil penelitian yang ada, tidak menunjukkan peningkatan frekuensi gangguan janin binatang coba.

Beberapa obat dalam kategori B2 adalah :

  • Domperidon, Hiosin, Hiosin Hidrobromida (Antimuntah)

Kategori B3 : Obat-obat yang telah dikonsumsi oleh sejumlah kecil wanita hamil atau wanita usia subur, tanpa peningkatan frekuensi cacat lahir atau efek membahayakan baik langsung maupun tidak langsung pada janin.

Penelitian pada hewan menunjukkan bukti peningkatan angka kejadian gangguan janin hewan coba. Pada manusia, gangguan janin akibat obat kategori ini masih belum dapat ditentukan.

Beberapa obat dalam kategori B3 adalah :

  • Lansoprazol, Omeprazol, Pantoprazol (Obat Maag)
  • Loperamid (Obat Diare)
  • Griseofulvin, Itrakonazol, Ketokonazol (Antijamur)
  • Siprofloksasin, Ofloksasin (Antibiotik, gol Kuinolon)
  • Asiklovir, Indinavir, Ritonavir, Valasiklivir (Antivirus)

Kategori C : Obat-obat, karena efek farmakologinya, menyebabkan atau dicurigai menyebabkan efek berbahaya pada janin atau bayi baru lahir tanpa menyebabkan cacat lahir. Efek tersebut mungkin reversibel (dapat kembali normal).

Beberapa obat dalam kategori C adalah :

  • Amlodipin, Diltiazem, Nifedipin, Verapamil (Antihipertensi, gol Penghambat Kanal Kalsium)
  • Dihidroergotamin, Ergotamin, Metisergid (Obat antimigrain)
  • Aspirin (Antinyeri)
  • Alprazolam, Bromazepam, Klordiazepoksid, Klobazam, Diazepam, Lorazepam, Midazolam (Obat anticemas)
  • Klorpromazin (Antipsikosis)
  • Droperidol, Haloperidol (Antipsikosis)
  • Diklofenak, Ibuprofen, Ketoprofen, Ketorolac, Asam Mefenamat, Piroksikam (Antinyeri)
  • Kotrimoksazol (Antibiotik, gol Sulfonamid)

Kategori D : Obat-obat yang menyebabkan, dicurigai menyebabkan, atau diperkirakan menyebabkan peningkatan angka kejadian cacat lahir atau kerusakan yang irreversibel (tidak bisa diperbaiki lagi). Obat-obat golongan ini mungkin juga mempunyai efek farmakologi yang merugikan.

Beberapa obat dalam kategori D adalah :

  • Kaptopril (antihipertensi, gol ACE Inhibitor)
  • Losartan, Valsartan (antihipertensi, gol Angiotensin II Reseptor Antagonis)
  • Doksisiklin, Minosiklin, Tetrasiklin (antibiotika, gol Tetrasiklin)
  • Amikasin, Gentamisin, Kanamisin, Neomisin (antibiotika, gol aminoglikosid)

Kategori X : Obat-obat yang berisiko tinggi menyebabkan kerusakan permanen pada janin. Obat-obat ini sebaiknya tidak digunakan pada kehamilan atau keadaan dimana seorang wanita diperkirakan telah hamil.

Salah satu obat dalam kategori X adalah :

  • Misoprostol (Obat Maag)

Informasi lebih lengkap di sini : http://www.tga.gov.au/docs/html/mip/medicine.htm

Catatan :

Untuk obat pada kategori B1, B2, dan B3, data penggunaan pada manusia kurang atau tidak cukup, oleh karena itu subkategori tersebut didasarkan pada data penggunaan pada hewan coba. Kategori B tidak berarti lebih aman daripada kategori C. Obat-obat pada kategori D tidak secara mutlak dikontraindikasikan pada kehamilan (misalnya, antikonvulsan).

Perhatian : Tulisan ini hanya bersifat informasi semata, silakan berkonsultasi dengan dokter Anda jika membutuhkan pengobatan.

Referensi :

  1. MIMS Annul 97/98 (1998): Guide to Drugs in Pregnancy. MediMedia International Group.
  2. Therapeutic Goods Administration – TGA (2005) : Prescribing Medicines in Pregnancy, 4th edition. Department of Health and Ageing Therapeutic Goods Administration, Australian Goverment. http://www.tga.gov.au/
Posted in Uncategorized |