Perbandingan Kombinasi metformin-glimepiride dengan metformin-glibenclamide


Kalbe.co.id – Sebuah studi yang dilakukan di India, membandingkan pemberian metformin-glimepiride vs metformin-glibenclamide terhadap kelompok pasien yang menderita DM tipe 2. Studi ini dipublikasikan di dalam International Journal of Pharm Tech Research, edisi Maret 2009.

Studi open label dan acak menilai efek metformin bila pemberiannya dikombinasikan dengan glimepiride atau glibenclamide dalam mengontrol kadar glukosa darah pasien DM tipe 2. Termasuk dalam studi tersebut adalah pasien yang memiliki nilai HbA1c > 7%. Sebanyak 31 pasien secara acak diberi tablet metformin – glibenclamide 1.000/10 mg atau tablet metformin – glimepiride 1.000/2mg selama 12 minggu. Dibandingkan secara langsung antara kedua kelompok tersebut HbA1c, gula darah puasa (FPG), gula darah PP (PPG) dan pofil lipid.

Setelah 12 minggu terjadi penurunan HbA1c yang bermakna antara kedua kelompok pasien, namun pasien yang diterapi menggunakan metformin-glibenclamide menunjukkan penurunan HbA1c lebih besar secara bermakna dibandingkan metformin-glibenclamide, ( -1,4% vs -1,2%).

Kadar gula darah puasa atau FPG (Fasting Plasma Glucose) mengalami penurunan yang bermakna pada kedua kelompok. Penurunan kadar gula darah puasa (FPG) pada kelompok metformin-glimepiride lebih baik secara bermakna (P=0,0001) dibandingkan dengan kelompok metformin-glimepiride (P=0,0066). Analisis data menggunakan one way ANOVA P

Dokter koq merokok???

Sesuai judulnya, saya pernah ditanya oleh pacar saya ketika suatu saat dia menjemput saya di Rumahsakit. "Itu koq dokter-dokter pada ngerokok didepan pintu?" Memang karena disini (Jerman) ada peraturan dilarang merokok di dalam gedung, terutama gedung publik. Waktu itu saya jawab saja sambil nyeletuk, "itu mah dokter gila."Pengalaman saya tentang dokter yang merokok pun tidak segitu saja. Banyak

Mencegah Komplikasi Awal Kehamilan

KEHAMILAN merupakan masa-masa yang menyenangkan karena Anda akan segera menyambut kehadiran sang buah hati. Karena itu, untuk menjaga keselamatan janin Anda, ada baiknya lebih teliti dalam menangani semua gejala sekecil apapun yang Anda rasakan. Sebuah…

Jangan Anggap Sepele Batuk Berdahak

SERANGAN batuk berdahak yang berlangsung lama sering dianggap sepele oleh sebagian masyarakat. Padahal, kondisi itu merupakan salah satu gejala radang pada saluran napas atau bronkitis. Bila tidak segera diatasi, penderita bisa mengalami perburukan penyakit itu, bahkan mengganggu fungsi jantung.

”Kebiasaan merokok dan polusi udara meningkatkan risiko bronkitis kronik serta memicu kekambuhan penyakit itu,” kata dokter spesialis paru, Prof Hadiarto Mangunnegoro, dalam seminar bertema ”Bronkitis Kronik dan Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)”
, Sabtu (4/7) di Rumah Sakit Asri, Jakarta.

Bronkitis akut timbul karena flu atau infeksi lain pada saluran napas dan membaik dalam beberapa hari atau minggu. Pada bronkitis kronik, terjadi iritasi atau radang menetap pada saluran napas sering terjadi akibat rokok dan sering kambuh. Bila makin parah, penyakit itu masuk dalam kelompok PPOK yang memerlukan pengobatan serius.

Pasien bronkitis mengalami gejala antara lain batuk berdahak, napas pendek, dan makin berat saat aktivitas, mengi, demam, serta rasa tidak nyaman di dada. ”Bronkitis kronik ditandai batuk memburuk pada pagi hari, infeksi saluran napas berulang, flu disertai peningkatan batuk berdahak selama lebih dari tiga bulan,” kata Hadiarto.

PPOK

Bila tidak segera diatasi, serangan bronkitis kronik akan sering berulang dan bertambah parah. Apalagi bila penderita adalah perokok. Paparan asap rokok, daya tahan tubuh yang rendah, sakit mag, dan paparan bahan-bahan iritan di tempat kerja meningkatkan risiko bronkitis dan kekambuhan penyakit itu hingga menjadi PPOK.

Pada penderita PPOK, gejala penyakit meningkat dan fungsi paru menurun. Kualitas hidup penderita juga turun.

”Penyakit paru obstruktif juga berkaitan dengan gagal jantung kanan yang berfungsi untuk memompa darah ke paru-paru,” kata ahli jantung dan penyakit dalam, Kasim Rasjidi, dari RS Asri.

Namun, kebanyakan pasien mengabaikan gejala ringan. Batuk berdahak dan sesak ringan dibiarkan bertahun-tahun. Kebanyakan penderita PPOK adalah perokok atau bekas perokok. Sebagian pasien hidup di rumah yang penuh asap berasal dari tungku dapur atau kompor, dan sebagian lagi hidup tahunan di tempat kerja yang berasap atau berdebu.

”Kalau gejala mulai timbul, lebih cepat ke dokter lebih baik dan lanjutkan berobat,” kata Hadiarto. Diagnosis bisa dilakukan dengan menggunakan spinometeri untuk memastikan adanya penyempitan saluran napas, menentukan beratnya penyakit, menilai efek obat, dan memantau hasil pengobatan. Dengan diagnosis yang akurat, pasien bisa mendapat pengobatan yang tepat.

Untuk memperlambat kerusakan paru, penderita harus berhenti merokok dan menghindari asap atau debu yang membuat sesak.

Sumber: klikpdpi.com

Mengenal Obat Penghilang Rasa Sakit

Analgesik atau obat penghilang rasa sakit untuk gangguan saraf dan otot biasanya adalah ibuprofen, paracetamol, dan celebrex. Ketiga jenis analgesik tersebut merupakan obat yang biasa dikonsumsi untuk penderita nyeri sekaligus pereda rasa sakit. Kenali…

Tips Mencegah Gangguan Pencernaan

PERNAHKAH Anda merasa perut kembung, penuh gas, kram perut atau rasa kurang nyaman lainnya setelah makan? Jika pernah atau malah sering mengalami gangguan pencernaan tersebut, Anda tidak sendirian. Gangguan pencernaan merupakan masalah yang dihadapi ol…

Infeksi Saluran Kemih

Infeksi saluran kemih sangat sering ditemukan, ISK lebih sering menyerang wanita muda yang aktif secara seksual, dengan insidensinya mencapai 0,5/wanita tiap tahunnya. Kebanyakan infeksi timbul akibat bermigrasinya flora usus melalui uretra menuju ke kandung kemih. Frekuensi ISK pada wanita lebih tinggi karena ukuran uretra wanita yang lebih pendek dibandingkan pada pria. ISK biasanya terjadi setelah melakukan hubungan seksual. Faktor resiko yang meningkatkan terjadinya ISK adalah :
1. Kehamilan
2. Pengosongan kandung kemih yang tidak tuntas
3. Batu pada saluran kemih
4. Diabetes mellitus
5. Abnormalitas structural saluran kemih
6. Pemasangan instrument dalam saluran kemih
Infeksi Saluran Kemih Bawah
Wanita : 1.Sistitis adanya bakteriuria yang bermakna
2. Sindrome uretra akut : tanpa ditemukan mikroorganisme steril
Pria : dapat berupa sistitis, prostatitis, dan uretritis

Infeksi Saluran Kemih Atas
Pielonefritis akut : inflamasi parenkim ginjal oleh karena bakteri
Pielonefritis kronik : akibat lanjut infeksi bakteri yang berkepanjangan

Epidemiologi
Faktor – factor yang mempengaruhi :
1. Usia
2. Gender
3. Prevalensi bakteriuria
4. Faktor – factor predisposisi yang menyebabkan perubahan struktur saluran kemih
Prevalensi asimptomatik meningkat mencapai 30%, baik pada laki – laki maupun pada perempuan yang disertai dengan factor predisposisi.

Faktor Predisposisi Pencetus Isk
1. Lithiasis
2. Obstruksi saluran kemih
3. Penyakit ginjal polikistik
4. Nekrosis papiler
5. DM pasca transplantasi ginjal
6. Nefropati anelgtik
7. Katerisasi
8. Senggama
Tanda Penting
Nyeri ketok pada pinggang merupakan tanda dari pielonefritis
Patogenesis ISK
A. Patogenesis urinaria
1. Patogenesis E. Coli terkait dengan permukaan sel polisakarida dari lipopolisakarida
2. Peranan bakteri attachment of mucosa
Fimbriae merupakan salah satu pelengkap patogenisitas yang mempunyai kemampuan untuk melekat pada saluran kemih
3. Peranan factor virulensi lainnya
Faktor virulensi variasi fase
B. Peranan factor tuan rumah
1. Bendungan aliran urin
2. Refluk vesiko ureter
3. Urin sisa dalam buli – buli
4. Gangguan metabolic
5. Instrumen
6. Kehamilan
Patofisiologi ISK
Individu normal, baik laki laki dan wanita urin selalu steril karena dipertahankan oleh jumlah dan frekuensi kencing. Uretra distal merupakan tempat kolonisasi mikroorganisme non pathogenic gram + dan gram –
ISK disebabkan invasi mikroorganisme ascending dari ureter ke VU sampai ke ginjal yang dipermudah oleh refluk ureter.
Manifestasi Klinik Berdasarkan Lokasi Infeksi
1. Ginjal : demam, keram, nyeri punggung , muntah, skoliosis, penurunan berat badan
2. Buli buli : nyeri suprapubik, disuria, hematuria, stranguria
Komplikasi ISK
1. ISK sederhana : tidak menyebabkan akibat lanjut jangka panjang
2. ISK tipe berkomplikasi : ISK pada kehamilan , dan ISK pada DM
Pemeriksaan Penunjang
1. USG
2. Radiografi
3. Isotop scanning
4. Pemeriksaan laborat
Prognosis
1. Bila segera diobati umumnya baik
2. Dapat terjadi gagal ginjal
3. Pada sistitis hampir selalu reinfeksi
4. Pada saluran kemih atas lebih banyak terjadi relaps

berbagai sumber